Beranda

Konsolidasi Majelis Tabligh PWM DIY: PDM Gunungkidul Hadir

Konsolidasi Majelis Tabligh PWM DIY yang mempertemukan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) DIY…

Konsolidasi Majelis Tabligh PWM DIY yang mempertemukan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) DIY resmi digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 bertepatan dengan 9 Rabi’ul Awwal 1448 H, bertempat di Laboratorium Fakultas Hukum, Ruang Debat Buya Hamka, Lantai 7, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB ini turut diikuti oleh Majelis Tabligh PDM Gunungkidul sebagai satu dari lima Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-DIY yang diundang resmi oleh Majelis Tabligh PWM DIY.

Suasana Konsolidasi Majelis Tabligh PWM-PDM-KMM Daerah Istimewa Yogyakarta di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, 22 Agustus 2026
Suasana Konsolidasi Majelis Tabligh PWM-PDM-KMM Daerah Istimewa Yogyakarta di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, 22 Agustus 2026

Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini digagas oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta berdasarkan surat undangan resmi bernomor 104/II.2/A/2026 tertanggal 6 Rabi’ul Awwal 1448 H atau 19 Agustus 2026 M, yang ditandatangani oleh Ketua Majelis Tabligh PWM DIY, H. Miftahulhaq, S.H.I., M.S.I., bersama Sekretaris, H. Nurul Satria Abdi, S.H., M.H. Dalam undangan tersebut, forum ini digagas sebagai ruang silaturahim sekaligus konsolidasi program antara Majelis Tabligh tingkat wilayah, tingkat daerah, dan Korps Mubaligh Muhammadiyah, agar arah gerakan dakwah di seluruh DIY tetap satu langkah menjelang pergantian periode penugasan mubaligh tahunan yang di lingkungan Muhammadiyah dikenal dengan istilah Mubaligh Hijrah.

Istilah Mubaligh Hijrah merujuk pada mekanisme evaluasi dan rotasi penugasan mubaligh Muhammadiyah yang lazimnya disusun ulang setiap pergantian tahun Hijriah. Karena itu, forum konsolidasi semacam ini menjadi momentum penting bagi Majelis Tabligh di seluruh DIY, termasuk Gunungkidul, untuk menyelaraskan data, capaian, dan rencana penugasan mubaligh ke depan, sekaligus memastikan setiap PDM memperoleh gambaran yang sama atas kebijakan dan prioritas dakwah wilayah.

Rangkaian Agenda Konsolidasi

Merujuk pada undangan resmi, forum konsolidasi ini membawa dua agenda utama yang menjadi pembahasan sepanjang pertemuan berlangsung dari pagi hingga siang hari.

  • Laporan dan Evaluasi Mubaligh Hijrah 1447 H — forum menyampaikan capaian, kendala, serta evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program penugasan mubaligh sepanjang periode 1447 Hijriah di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Persiapan Mubaligh Hijrah 1448 H — dilanjutkan dengan penyusunan langkah dan strategi penugasan mubaligh untuk periode 1448 Hijriah mendatang, termasuk penguatan program-program prioritas dakwah dari tingkat wilayah hingga ranting.

Kedua agenda ini saling berkaitan erat, sebab evaluasi yang matang atas periode sebelumnya menjadi pijakan bagi penyusunan program dakwah yang lebih terarah pada periode berikutnya, sekaligus memastikan setiap PDM se-DIY, termasuk Gunungkidul, mendapatkan gambaran yang sama atas prioritas dakwah wilayah sebelum diturunkan ke program kerja masing-masing daerah.

Peserta dari Lima PDM se-Daerah Istimewa Yogyakarta

Sesuai ketentuan yang tercantum dalam surat undangan, forum konsolidasi ini dihadiri oleh tiga unsur utama dengan kuota kehadiran yang telah ditetapkan panitia penyelenggara.

  • Majelis Tabligh PDM se-DIY, dengan kuota 4 orang untuk masing-masing dari 5 PDM (Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul), sehingga total mencapai 20 orang.
  • Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) DIY, dengan kuota 5 orang.
  • Majelis Tabligh PWM DIY selaku penyelenggara, dengan kuota 10 orang.

Dengan skema tersebut, Majelis Tabligh PDM Gunungkidul turut mengirimkan perwakilan (Irwan Triyanto, Wiyana, Fajar, Nurudin Jaihari) sebagai bagian dari 20 orang delegasi Majelis Tabligh PDM se-DIY yang hadir dalam forum ini, sejalan dengan ketentuan konfirmasi kehadiran yang sebelumnya disampaikan panitia melalui narahubung Majelis Tabligh PWM DIY.

Enam Prioritas Program Dakwah untuk Mubaligh Hijrah 1448 H

Salah satu materi penting yang dipaparkan dalam forum konsolidasi ini adalah enam prioritas kegiatan yang akan menjadi acuan program Majelis Tabligh se-DIY, termasuk Gunungkidul, sepanjang periode Mubaligh Hijrah 1448 H mendatang.

  1. Kajian rutin paham Islam dan ideologi Muhammadiyah — penguatan pemahaman jamaah atas manhaj dan ideologi Muhammadiyah melalui kajian yang berkelanjutan di berbagai tingkatan.
  2. Kajian dan Sosialisasi Risalah Islam Berkemajuan (RIB) — penyebarluasan pedoman ideologis Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam yang moderat, mencerahkan, dan menjawab tantangan zaman.
  3. Pengajian rutin bagi jamaah di tingkat Cabang/Ranting — memastikan dakwah menjangkau akar rumput melalui pengajian yang konsisten di PCM dan PRM se-DIY.
  4. Penguatan Pembinaan Kemakmuran Masjid/Musala — optimalisasi fungsi masjid dan musala binaan sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat yang lebih hidup.
  5. Pelatihan Mubaligh dan Penguatan KMM — peningkatan kapasitas mubaligh serta penguatan kelembagaan Korps Mubaligh Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah.
  6. Penguatan Konten Dakwah dan Mubaligh Digital — adaptasi dakwah terhadap perkembangan media digital agar pesan Islam Berkemajuan menjangkau khalayak yang lebih luas.

Keenam prioritas ini sejalan dengan semangat program Kunsiroh Majelis Tabligh yang selama ini juga digerakkan Majelis Tabligh PDM Gunungkidul di tingkat cabang dan ranting, khususnya dalam sosialisasi SITAMA, Risalah Islam Berkemajuan, dan PIJAR sebagaimana telah dilaksanakan di berbagai kapanewon se-Gunungkidul sepanjang tahun 2026.

Peran Aktif Majelis Tabligh PDM Gunungkidul dalam Forum Wilayah

Kehadiran Majelis Tabligh PDM Gunungkidul dalam forum konsolidasi tingkat wilayah ini menegaskan komitmen untuk terus menyelaraskan program dakwah di tingkat daerah dengan arah kebijakan Majelis Tabligh PWM DIY. Dengan basis lebih dari 260 mubaligh yang tersebar di 18 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Gunungkidul serta pembinaan lebih dari 140 masjid dan musala mitra, forum tingkat wilayah semacam ini menjadi kanal penting bagi Majelis Tabligh PDM Gunungkidul untuk menyelaraskan kebijakan dakwah wilayah dengan skala pembinaan yang dimiliki di tingkat daerah.

Selama ini, di bawah kepemimpinan Ketua Majelis Tabligh PDM Gunungkidul, Irwan Triyanto, S.Pd.I., Majelis Tabligh PDM Gunungkidul telah menjalankan rangkaian program Kunsiroh Majelis Tabligh Tahun 2026 yang menyasar berbagai kapanewon secara bertahap, mulai dari Tepus-Tanjungsari, Rongkop-Girisubo, Karangmojo-Ponjong, hingga yang terbaru di Ngawen. Simak liputan Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen selengkapnya di sini.

Forum konsolidasi tingkat DIY ini menjadi pelengkap sekaligus penguat atas program-program yang telah dijalankan Majelis Tabligh PDM Gunungkidul di tingkat lokal, sebab arahan dan hasil evaluasi dari tingkat wilayah akan turut memperkaya strategi dakwah yang disusun untuk periode Mubaligh Hijrah 1448 H di Gunungkidul. Baca juga rangkaian program Kunsiroh Majelis Tabligh PDM Gunungkidul Tahun 2026 di sini.

Harapan dan Tindak Lanjut

Majelis Tabligh PDM Gunungkidul berharap hasil konsolidasi bersama Majelis Tabligh PWM DIY dan Korps Mubaligh Muhammadiyah DIY ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja yang konkret di tingkat cabang dan ranting se-Gunungkidul, sejalan dengan enam prioritas dakwah yang telah disepakati bersama dalam forum.

Sebagaimana firman Allah Swt.:

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)

Semoga forum konsolidasi ini menjadi langkah nyata memperkokoh ukhuwah antar-Majelis Tabligh se-Daerah Istimewa Yogyakarta serta menghadirkan dakwah Islam Berkemajuan yang semakin membumi, mulai dari tingkat wilayah hingga ranting terkecil di Gunungkidul.


Tanya Jawab Seputar Kegiatan

Kapan Konsolidasi Majelis Tabligh PWM DIY dilaksanakan?
Kegiatan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 (9 Rabi’ul Awwal 1448 H), pukul 08.00–12.00 WIB.

Di mana lokasinya?
Bertempat di Laboratorium Fakultas Hukum, Ruang Debat Buya Hamka, Lantai 7, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Jalan Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Siapa yang mengundang dan menyelenggarakan kegiatan ini?
Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta, melalui surat undangan resmi nomor 104/II.2/A/2026.

Siapa saja peserta yang diundang?
Majelis Tabligh PDM se-DIY (termasuk Gunungkidul) dengan kuota 4 orang per PDM, Korps Mubaligh Muhammadiyah DIY 5 orang, dan Majelis Tabligh PWM DIY 10 orang.

Apa agenda utama kegiatan ini?
Laporan dan Evaluasi Mubaligh Hijrah 1447 H, serta Persiapan Mubaligh Hijrah 1448 H.

Apa saja prioritas program yang dibahas untuk periode mendatang?
Enam prioritas program, meliputi kajian ideologi Muhammadiyah, sosialisasi Risalah Islam Berkemajuan, pengajian rutin cabang/ranting, penguatan pembinaan kemakmuran masjid, pelatihan mubaligh dan penguatan KMM, serta penguatan konten dakwah digital.