Beranda

Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen Diikuti Penuh PCM, PRM, dan AUM

Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen resmi digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Ngawen. Mengusung tema "Penguatan Ideologi Muhammadiyah dan Sosialisasi SITAMA, Risalah Islam Berkemajuan,…

Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen resmi digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Ngawen. Mengusung tema “Penguatan Ideologi Muhammadiyah dan Sosialisasi SITAMA, Risalah Islam Berkemajuan, dan PIJAR”, kegiatan berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB dan diikuti secara penuh oleh unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), hingga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Ngawen.

Antusiasme Penuh dari PCM, PRM, dan AUM Ngawen

Aula SMA Muhammadiyah Ngawen tampak dipadati peserta dari berbagai unsur Persyarikatan, mulai dari Pengurus PCM Ngawen, Majelis Tabligh PCM Ngawen, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Komite/Majelis Muhammadiyah (KMM),
hingga Takmir Masjid. Kehadiran penuh dari unsur PCM, PRM, dan AUM ini menegaskan bahwa program Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen mendapat sambutan hangat hingga ke tingkat cabang dan ranting.

Tema dan Materi yang Disosialisasikan

Selaras dengan rangkaian Kunsiroh Majelis Tabligh PDM Gunungkidul Tahun 2026 secara umum, sesi di Ngawen ini menghadirkan tiga fokus materi utama:

  • Sosialisasi Aplikasi SITAMA (Sistem Informasi Tabligh Muhammadiyah) — inovasi digital untuk tata kelola dakwah serta pendataan mubaligh, masjid, dan pengajian secara lebih tertata dan mudah diakses.
  • Risalah Islam Berkemajuan (RIB) — pedoman ideologis Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam yang moderat, mencerahkan, dan menjawab tantangan zaman berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  • PIJAR — penguat gerakan dakwah aplikatif agar semangat Islam Berkemajuan hadir nyata dalam aktivitas dakwah sehari-hari di tengahmasyarakat.

Silaturahim sebagai Fondasi Dakwah

Sesuai semangat dasarnya, Kunsiroh tidak sekadar forum sosialisasi administratif, melainkan ruang silaturahim yang mempertemukan penggerak dakwah dari tingkat cabang hingga ranting. Melalui forum ini, PCM, PRM, dan AUM se-Ngawen memperoleh ruang untuk saling berbagi pengalaman dakwah, memperkuat ukhuwah, sekaligus menyamakan langkah dalam menjalankan amanat Persyarikatan.

Muhammadiyah meyakini dakwah akan semakin kuat apabila dibangun dengan kebersamaan, penguatan kapasitas mubaligh, serta kesatuan arah gerakan hingga ke akar rumput.

Bagian dari Rangkaian Kunsiroh Tahun 2026

Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen merupakan bagian dari rangkaian Kunsiroh Majelis Tabligh PDM Gunungkidul Tahun 2026 yang digagas Ketua Majelis Tabligh PDM Gunungkidul, Irwan Triyanto, S.Pd.I., bersama jajaran pengurus.

Program ini dirancang menjangkau seluruh cabang dan ranting Muhammadiyah se-Gunungkidul secara bertahap, sebagaimana sesi sebelumnya yang telah menyasar wilayah Tepus-Tanjungsari, Rongkop-Girisubo, hingga Karangmojo-Ponjong. Simak rangkaian Kunsiroh Majelis Tabligh Tahun 2026 selengkapnya di sini.

Harapan dari Kegiatan Ini

Majelis Tabligh PDM Gunungkidul berharap antusiasme penuh dari PCM, PRM, dan AUM Ngawen ini menjadi modal penguatan sinergi dakwah antarcabang, sekaligus mempercepat implementasi SITAMA, Risalah Islam Berkemajuan, dan PIJAR hingga ke akar rumput Persyarikatan.

Sebagaimana firman Allah Swt.:

“Dan serulah (manusia) kepada kebaikan dan cegahlah (mereka) dari kemungkaran.” (QS. Ali Imran: 104)

Semoga Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen menjadi langkah nyata memperkokoh ukhuwah Persyarikatan serta menghadirkan Islam Berkemajuan yang semakin membumi di Kapanewon Ngawen dan sekitarnya.


Tanya Jawab Seputar Kegiatan

Kapan Kunsiroh Majelis Tabligh Ngawen dilaksanakan?
Kegiatan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 08.00–11.00 WIB.

Di mana lokasinya?
Bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Ngawen.

Siapa saja peserta yang hadir?
Pengurus PCM Ngawen, Majelis Tabligh PCM Ngawen, PRM, KMM, dan Takmir Masjid se-Ngawen, dengan tingkat kehadiran penuh dari unsur PCM, PRM, dan AUM.

Apa saja materi yang disosialisasikan?
Aplikasi SITAMA, Risalah Islam Berkemajuan (RIB), dan PIJAR.